Welcome...

Total Pageviews

Follow by Email

Welcome To Bayoe's Site ........... "Inspirasi Dalam Hidup Untuk Terus Mencari Makna Diri ..." ---------------- Blog ini dibuat sejak 1 Pebruari 2008 --------------- Semua yang ada di dalam blog ini penuh dengan inspirasi, yang dapat dijadikan contoh untuk lebih semangat lagi dalam mengarungi hidup ini. Karena hidup adalah perjuangan, tidak ada kata menyerah dan putus asa... Hidup harus terus jalan... So Must Go On... Good Luck Bro...!!!

Bayi Yang Harus Merintih

Posted by Bayoe Arwani 12/14/2008

Share

Bayi yang baru berkenalan dengan dunia ini terlalu bersih. Bersih dari dosa. Bersih dari hasad dengki; hujat menghujat; fitnah memfitnah. Biarpun ada yang dilahirkan tanpa ikatan sah ”ibu” dan ”bapaknya”. Walaupun dicampakkan di dalam selokan. Terbiar di tepi masjid. Walau luka digigit anjing. Walau terbuang tersia-sia di pinggiran tumpukan sampah. Bayi ini tetap bersih.

Apa yang kita sediakan untuk bayi-bayi ini? Anak-anak kita. Penyambung zuriat keturunan kita. Ternyata, hamparan yang kita sediakan tidaksehijau mana. Tidak menenangkan. Bahkan menyesakkan. Kusam warnanya. Kita sediakan mereka dengan duri yang menyakitkan.

Budaya beracun kita semai. Sogok menyogok, gila pangkat dan harta, puja artis, hubbu dunya, agama sekedar adat, seks bebas, cemerlang pendidikan tapi sumbangan amalan.

Sesekali pulang ke desa. Ingin lari dari ganasnya kota. Aduh, desa juga berubah rupa. Hilang nilai akhlak. Hilang sudah budaya desa. Desa yang permai. Damai.

Walaupun rupa kekal menghijau, angin lembut sesekali mengelus setiap wajah, masih kedengaran suara-suara alam, hakikatnya nilai dalamnya sudah hampir hilang.
Kembali ke hutan beton. Fikiran bertambah sesak. Nilai-nilai murni telah lama dikorbankan. Menjadi mangsa korban untuk meraih impian bernama KMAJUAN. Maju menurut lensa mereka, bukan lensa Allah SWT.

Kasihan. Kasihan pada bayi-bayi kecil ini. Lihathat ”orang-orang tua” mereka. Bergelimang dengan maksiat. Runtuh rumah tangga. Lupa pada tanggungjawab. Lupa pada halal dan haram. Kemudi agama sudah patah. Layar sudah robek. Hilang arah perjalanan. Perjalanan yang dinamakan kehidupan.

Lihatlah ”abang dan kakak” mereka. Berpelesiran entah ke mana. Berpakaian sudah tidak sempurna. Berlomba-lomba memenuhi setiap konser hiburan. Bergotong-royong membisingkan mall-mall. Lupa pada batas pergaulan. Lupa pada nilai agama. Malah ada yang sanggup menukar itikad Islam sebagai agama.

Bayi-bayi ini merintih. Didiklah kami dengan kesempurnaan agama. Kenalkan kami musuh kami sebenarnya. Jangan jadikan kami umpama Yahudi dan Nasrani. Bentuklah kami menjadi Mukmin sejati. Persiapkan kami untuk diantar ke masa depan yang lebih parah dari sekarang.

Hati ini berbicara:

Semoga akan terus wujud anak-anak kecil yang sedia mendaras Al-Quran yang suci. Membaca Kalam Allah malam, siang, petang, pagi, juga dinihari. Lantas mengalir siramannya ke dalam hati. Membenihkan rasa cinta kepada Ilahi. Mendukung seruan suci. Setia pada ajaran agama yang murni. Itulah anak-anak kita. Anak-anak kesayangan kita. Membesarlah dalam dekapan kasih sayang Allah.

0 comments

Post a Comment

Bayoe say's, Terima Kasih Atas Komentar Anda

Web blog ini masih dalam pengembangan. Jika terdapat kekurangan di sana sini, tak ada kata yang tepat terucap selain kata maaf... Saran dan kritik membangun, senantiasa kunanti" ------------ Apabila ada yang bermanfaat di dalam blog ini, silakan anda mengambil dari posting ini, dan harap disertakan sumbernya. Terima kasih.
There was an error in this gadget

Popular Posts