Welcome...

Total Pageviews

Follow by Email

Welcome To Bayoe's Site ........... "Inspirasi Dalam Hidup Untuk Terus Mencari Makna Diri ..." ---------------- Blog ini dibuat sejak 1 Pebruari 2008 --------------- Semua yang ada di dalam blog ini penuh dengan inspirasi, yang dapat dijadikan contoh untuk lebih semangat lagi dalam mengarungi hidup ini. Karena hidup adalah perjuangan, tidak ada kata menyerah dan putus asa... Hidup harus terus jalan... So Must Go On... Good Luck Bro...!!!

Virus Bahaya Yang Terabaikan

Posted by Bayoe Arwani 2/19/2009

Share

Kita tahu virus-virus yang membawa pelbagai penyakit yang membahayakan kesehatan. Namun kita lupa ada virus yang lebih bahaya jika ia sudah mulai menjangkiti hati kita.

Virus-virus hati yaitu sifat-sifat keji yang bersarang di hati, bukan saja merusak ibadah kita, bahkan juga mengganggu pergaulan sesame suami isteri, tetangga, handai taulan dan saudara. Justru itu, kita perlu mengnal penyakit-penyakit hati ini supaya segera mencari penawarnya.

1. Ego dan Sombong

Mungkin diri menjadi orang yang berpangkat atau mempunyai harta yang berlimpah ruah. Boleh jadi juga diri menjadi seorang yang mahir dalam bidang tertentu, lalu merasakan diri tidak setaraf dengan mereka yang berpangkat rendah atau tidak mempunyai apa-apa kelebihan. Ada waktunya diri merasakan harga diri tercoreng bila terpaksa duduk semeja dengan mereka yang dianggap golongan bawahan.

Nampaknya diri tidak sadar hati mulai dijangkiti virus ego dan sombong. Ego hanya membuatkan diri terasa asing dikalangan rekan dan saudara. Hanya Allah yang Maha Hebat atas makhluk ciptaanNya.

2. Pemarah

“Naik darah” adalah salah satu tanda diri dijangkit penyakit pemarah. Pantang ada yang kurang menyenangkan hati atau terganggu perasaan, mulailah hati terbakar. Penyakit in kalau berada di tengah pergaulan, bias menyinggung perasaan pihak tertentu.

Rasa marah perlu di atasi dengan bersangka baik, berlapang dada menerima teguran, pemaaf dan sabar. Dengan demikian diri dapat mewujudkan suasana yang harmoni dalam pergaulan.

3. Hasad Dengki

Virus ini kalau bersarang di hati, diri tidak akan hidup senang jika melihat kujayaan orang lain. Kegembiraannya hanyalah bila orang ditimpa kesusahan.
Hati selalu saja berkata, “kalaulah rezeki itu milik aku…” itu menunjukkan kita tidak redha bila Allah memberikan rezeki itu kepada orang lain, sebaiknya mengharapkan diberikan kepada diri. Sedangkan diri tidak berusaha untuk mendapatkannya.

Apalah gunanya menyimpan hasad dengki. Allah menentukan takdir seseorang dengan pemberian yang berbeda-beda. Jika ada kelebihan pada sudut tertentu pada seseorang, maka sudah pasti ada juga kelemahannya yang tertentu di mana diri diberi kelebihan itu. Bersyukurlah dengan apa yang ada pada diri.

4. Dendam

Dendam adalah satu penyakit dimana rasa tidak puas hati terhadap seseorang hingga timbul niat mau menyakiti atau membalas perbuatan yang dilakukan. Perasaan dendam bisa merusakkan pergaulan bukan saja dengan orang yang didendami bahkan orang-rang yang rapat dengannya.

Penyakit dendam ini bisa dihapuskan sekiranya diri senantiasa bersabar dan redha atas apa yang berlaku. Memberikan maaf adalah penawaran mujarab bagi penyakit ini.

5. Buruk Sangka

Sangkaan buruk kepada orang lain belum dapat dipastikan lagi kebenarannya. Mungkin apa yang disangka, menyimpang jauh dari keadaan sebenarnya. Kesan dari penyakit ini bisa menimbulakn fitnah dan mengundang perasaan marah serta dendam orang lain.

Misalnya, kenalan yang disangka sombong dan tidak mesra, mungkin menghadapi masalah atau sibuk dengan kerjanya. Tetapi dengan bersangka buruk, diri mengambil tindakan dengan menjauhkan diri darinya. Buruk sangka ini bisa dihindari dengan membisikkan sangkaan-sangkaan baik dalam hati.

6. Bakhil

Diantara tanda penyakit ini menjangkiti hati ialah apabila terlalu hitungan dengan orang lain. Jangankan hendak bersedekah atau memberi hadiah, hendak memberi hutang pun susah. Diri juga mungkin pelit dari sudut ilmu. Pengetahuan yang ada susah hendak diajarkan kepada orang lain. Kononnya takut orang lain lebih berilmu. Diri tidak sadar, bahwa ilmu yang ada dipinjamkan oleh Allah adalah untuk dibagi dengan orang lain.

Begitu juga dengan apa saja nikmat pemberian Allah. Bakhil dengan nikmat berarti tidak amanah dengan Allah. Sedangkan dengan bersifat pemurah dan senantiasa memenuhi hajat orang lain, Allah akan menolong memenuhi hajat diri kita pula, disamping membuka pintu pergaulan dalam suasana yang harmoni dan berkat.

Sudah jelas dalam pergaulan, tindak tanduk dikawal dan dipengaruhi oleh hati. Sekiranya mau memperbaiki pergaulan, maka terlebih dahulu perlulah mencegah atau merawat hati dari segala virus yang keji ini. Memelihara hubungan hati dengan Allah dan sesama manusia.

0 comments

Post a Comment

Bayoe say's, Terima Kasih Atas Komentar Anda

Web blog ini masih dalam pengembangan. Jika terdapat kekurangan di sana sini, tak ada kata yang tepat terucap selain kata maaf... Saran dan kritik membangun, senantiasa kunanti" ------------ Apabila ada yang bermanfaat di dalam blog ini, silakan anda mengambil dari posting ini, dan harap disertakan sumbernya. Terima kasih.
There was an error in this gadget

Popular Posts