Welcome...

Total Pageviews

Follow by Email

Welcome To Bayoe's Site ........... "Inspirasi Dalam Hidup Untuk Terus Mencari Makna Diri ..." ---------------- Blog ini dibuat sejak 1 Pebruari 2008 --------------- Semua yang ada di dalam blog ini penuh dengan inspirasi, yang dapat dijadikan contoh untuk lebih semangat lagi dalam mengarungi hidup ini. Karena hidup adalah perjuangan, tidak ada kata menyerah dan putus asa... Hidup harus terus jalan... So Must Go On... Good Luck Bro...!!!

Jangan Sapih Senyummu

Posted by Bayoe Arwani 4/25/2009

Share

Siapapun akan setuju jika wajah yang kusut dan muram sangat tidak menarik untuk dilihat. Tatapan mata dingin tak bersahabat, yang jika bukan mengesanklan keangkuhan, menyiratkan penderitaaan jiwa yang kronis, juga kegagalan mengatasi masalah diri. Wajah-wajah yang sebisa mungkin, perjumpaan dengannya ingin kita hindari. Rasanya, lebih banyak madharatnya dari pada manfaat yang bias kita ambil dari orang-orang bermuka masam dan cemberut itu?

Baiklah sebaiknya sebagai kepala rumah tangga, tanggung jawab kita memang besar, pekerjaan kita pun melimpah banyaknya. Mencari nafkah dan memimpin keluarga. Keadaan yang sangat mungkin akan memunculkan banyak masalah, memicu stress, dan menyempitkan dada. Tekanannya pun, semakin hari samakin berat. Tidak ada yang memungkiri hal itu. Kalau pun ada, hanya orang bodoh yang lalai dan tidak menyadari besarnya tanggung jawab dipundaknya yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Bagaimanapun, ia bukanlah alas an untuk betrmuram durja. Sebab bermuka masam ke setiap orang yang kita temui bukanlah jawabannya. Alih-alih menyelesaikan masalah, kemuraman yang kita tampakkan malah akan menambah masalah.

Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah, ini adalah sabda baginda Rosulullah SAW yang bias jadi kita hafal. Sebuah resep sederhana dan manjur untuk mengurangi beban jiwa, namun sering kita abaikan. Kita sering merasa berat membagi sedekah murah dan berpahala ini kepada sebanyak mungkin orang. Padahal kita tidak akan pernah rugi jika melakukannya. Kita harus percaya, bahkan meski ia kita bagikan kepada orang-orang yang kita benci sekalipun, ia tetaplah berguna. Jadi, kenapa kita tidak biasakan saja?

Sebab senyum adalah bahasa universal yang mampu meruntuhkan benteng keangkuhan dan kesombongan, mengikis penolakan dan keterasingan, menghempaskan perasaan teranca, juga mencairkan kebekuan dan menghangatkan suasana. Dan serupa senjata pamungkas, senyum bisa memberikan hasil kilat menebarkan rasa nyaman. Ajaibnya, ia menular! Rasa nyaman pun menyebar dengan cepatnya. Semua pihak merasa lega, tenang dan senang. Jadi, kenapa kita tidak mencobanya mulai sekarang jika ia belum menjadi kebiasaan?

Jika senyum adalah sedekah untuk saudara, bagaimana jika kita membaginya untuk istri-istri kita? Tentu mereka lebih banyak menerimanya, dan melakukannya untuk mereka jauh lebih penting. Kalau bisa setiap hari sepanjang waktu. Bisa disebut, senyum y6ang kita hadirkan di dalam rumah tangga menjadi prioritas trsendiri yang harus kita perhatikan. Tapi, sudahkah demikian keadaannya?
Sebab faktanya, banyak suami yang bisa trsenyum, bahkan tertawa lebar saat bersama teman-teman mereka, namun menyapihya untuk anggota keluarganya. Hilang entah kemana. Seolah senyuman adalah barang mahal yang hanya dibagikan saat musim diskon, semisal lebaran, tiba. Padahal rumah tangga bukanlah medan untuk memamerkan kekuasaan. Tapi ia adalah sebuah taman surga tempat hati kita berwisata mencari ketenangannya, mengumpulkan kembali energinya yang hilang, juga memberinya nutrisi yang bergizi tinggi.

Selain menciptakan ketentraman dan kenyamanan adalah salah satu tujuan pernihakan, dimana senyum adalah salah satu sarana yang efektif, kita juga butuh rehat dari kesibukan dan tekanan yang mendera. Lelucon, canda tawa, senda gurau, senyuman, dan keramahan dalambatas keperluan, seperti tidak mengandung kebohongan, tidak berlebihan, dan tidak melalaikan dzikir kepada Allah, saat kita butuhkan. Agar suasana rumah tangga menjadi hangat dan mesra, seta tidak kaku, kering, dan dingin.

Semua bentuk plesiran hati ini adlah semacam ‘charge’ yang akan menguatkan hati bersiap melakukan ketaatan kepada Allah. Sedang hati yang tidak diberi hak istirahatnya, akan mengeras sekeras batu. Dingin dan kaku!

Dan jika kita melakukannya, ternyata kita tidak sendirian. Para ksatria di medan jihad, para sahabat pn tertawa sedang keimanan di dada mereka berupa gunung-gunung yang kokoh menghujam. Para pahlawan puluhan medan perang itu, dalam sebuah riwayat, saling melempar semangka melepaskan kepenatan.Bahkan, baginda Rasulullah SAW adalah suami yang selalau berwajah ceria dan berpembawaan riang gembira. Beliau pernah mandi bersama ibunda ‘Aisyah dengan satu bejana, juga berlomba lari, dua kali, dalam safar beliau berdua.

Jadi, sekarang saaatnya menebar wajah manis penuh senyum kepada sebanyak mungkin orang, terutama anggota keluarga dirumah. Senyum tukus yang memancarkan kehangatan alami nan indah. Dengannya, insyaallah, akan membuat kita awet muda, memiliki imunitas tubuh yang lebih baik, juga menyehatkan jantung. Padahal ia pekerjaan yang mudah, murah, dan berpahala.

Apalagi senyuman itu lahir secara spontan dan penuh kejutan. Selain melapangkan dada, respon yang akan kita terima juga akan sangat melegakan. Hal yang kan membuat kita lebih fleksibel dan rileks menjalani hidup. Siapa yang tidak mau?

Sumber : ar-risalah

1 Responses to Jangan Sapih Senyummu

  1. Yono Says:
  2. bos mendapatkan award dari saya, silakan diambil ya,...
    thx

    lihat di sini ya

     

Post a Comment

Bayoe say's, Terima Kasih Atas Komentar Anda

Web blog ini masih dalam pengembangan. Jika terdapat kekurangan di sana sini, tak ada kata yang tepat terucap selain kata maaf... Saran dan kritik membangun, senantiasa kunanti" ------------ Apabila ada yang bermanfaat di dalam blog ini, silakan anda mengambil dari posting ini, dan harap disertakan sumbernya. Terima kasih.
There was an error in this gadget

Popular Posts